Menu

WONDERFULL KAWAH PUTIH

WONDERFULL KAWAH PUTIH

Wonderfull Kawah Putih, siang itu mentari agak mendung, tetapi aku harus tetap berangkat ke sekolah. Hari ini adalah hari pertamaku masuk sekolah di SMA tepatnya kelas 3. Tiba-tiba hujan deras pun turun, dengan segera aku berlari menuju halte terdekat. Tak lama bis menuju sekolahpun tiba, seperti biasanya…penuh sesak padahal bajuku sedikit basah, dingin sekali bila harus berdiri dekat pintu bis. Tiba-tiba ada mencolek pundakku, rupanya seorang pemuda yang baik hati menawarkanku tempat duduknya. Tentu saja dengan senang hati kuterima, setelah mengucapkan terima kasih aku langsung duduk manis J. Tak sengaja tanganku dengan tangan pemuda tadi bersentuhan karena kami sama-sama berpegangan pada tempat yang sama. “Maaf”, ucapnya padaku sambil tersenyum. Aku pun membalas senyumnya, alamaakk…baru tersadar…senyum pemuda itu manis banget, wajahnya pun tampan plus baik hati pula, hhhmmm….my lucky day.

Tak terasa sampai juga disekolah, aku bergegas turun dan langsung masuk ke kelas. Dari awal sampai pelajaran kedua tak ada yang istimewa. Tiba-tiba wali kelas ku ibu Silmy masuk ke kelas dengan seorang pria, betapa terkejutnya aku ternyata dia adalah lelaki tampan di bis tadi, “wow…benar-benar my lucky day”. Ternyata dia anak kuliah yang magang mengajar di sekolahku sebagai persyaratan pembuatan skripsi kelulusannya sebagai guru bahasa Inggris. Semua mata temen-temen wanita tak berkedip memandangnya, namanya Ben…tepatnya bila di kelas kami harus memanggilnya pa Ben. Hari-hariku disekolah kini jadi semangat karena ada pa Ben J.

Saat sedang mencatat pelajaran bahasa Inggris tiba-tiba pa Ben menghampiriku dan bertanya, “Nama kamu Cleopatra ya? Yang kemaren di bis itu kan?” “Iya pa betul, panggil ajah saya Cleo”, jawabku dengan hati berbunga-bunga, ternyata dia masih inget aku J. Sejak itu hubungan kami menjadi dekat, karena rumah kami searah sehingga kami sering berangkat dan pulang sekolah sama-sama.

Suatu hari, tepatnya saat itu hari Sabtu. Aku dan pak Ben pulang sama-sama, tiba-tiba di dalam bis pak Ben mengajakku mengantarkannya ke toko buku karena ada sesuatu yang harus dibelinya, rasanya sejak ketemu pak Ben tiap hari adalah my lucky day J. Pak Ben bilang bila diluar sekolah jangan memanggilnya Pak, cukup dengan sebutan nama saja “Ben” nama yang akan sering kusebut dihatiku J. Entah apa yang terjadi, makin lama kami semakin dekat, kadang sepulang sekolah Ben mampir ke rumahku, atau pada hari-hari libur dia sering mengajakku ke luar. Mungkin benih-benih cinta diantara kami mulai tumbuh karena sering bertemu walaupun kami sama-sama belum pernah mengutarakannya.

Wonderfull Kawah Putih

Tak terasa tengah semester pun tiba, sekolah kami mengadakan study tour ilmiah ke Kawah Putih ciwidey Bandung Jawa Barat. Senengnya hatiku karena akan jalan-jalan menikmati suasana alam yang segar dan lebih senang lagi karena Ben juga ikut J.  Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, kami semua study tour  Ke Kawah Putih Ciwidey Bandung. Sepanjang jalan kami bergembira, apalagi sesampainya di kawah Putih. Kami takjub melihat kebesaran Ilahi dengan keindahannya, sebuah Kawah yang bisa berubah-ubah warna, kadang hijau kadang menjadi putih, karena itulah tempat ini dinamakan kawah putih. Pada saat foto-foto, tiba-tiba pak Ben menarik tanganku mengajak ke satu sisi kawah putih dengan alasan ingin berfoto disana. Rasanya malu karena temen-teman meledekku, tapi aku tak perduli yang penting aku bahagia J.

WONDERFULL KAWAH PUTIH

Ternyata tanpa kuduga pak Ben menanyakan padaku untuk menjadi kekasihnya. OMG rasanya kakiku mendadak tak bertulang, antara percaya dan tidak akhirnya aku mendengar juga kata-kata itu keluar dari mulutnya. Tanpa sadar mataku berkaca-kaca karena bahagia, tanpa kata kuanggukan kepalaku tanda setuju. Pak Ben pun tersenyum lalu berkata, “terima kasih, tapi hubungan ini harus dirahasiakan karena tidak enak dengan pihak sekolah, teman-teman dan semuanya. Karena peraturan di sekolah guru dan murid tidak berpacaran”. Aku menyetujuinya dan tetap merahasiakan hubungan kami, yang tau tentang hubungan kami hanyalah Mita teman dekatku. Disini di Kawah Putih Ciwidey menjadi saksi awal cinta kami, so sweet dengan suasana Kawah Putih yang romantis.

Hari-hari kulalui dengan gembira, karena hatiku telah ada yang mengisi. Satu minggu, satu bulan, dan sekarang 3 bulan sudah kami menjalani kisah tersembunyi ini. Hari ini hari Sabtu, berarti nanti malam Ben pasti akan datang ke rumahku….senang sekali rasanya. Bel pulang sekolah berbunyi, aku segera cepat keluar agar bisa sama-sama pulang dengan Ben. Tapi ternyata ben sudah tidak ada, kata Mita, Ben sudah pulang baru saja. Aku tertunduk lesu, ada apa dengan Ben…kenapa dia tidak menungguku, tidak biasanya dia seperti ini. Kunyalakan handphone ku lalu ku sms, kutanyakan kenapa dia meninggalkanku. Dia akan menjelaskannya nanti malam di rumah, jawabnya singkat.

Orang yang kutunggu-tunggu pun tiba, senang sekali hatiku…malam itu Ben terlihat keren sekali dan membawakanku sebuah boneka lucu. “Ada apa nieh, kayaknya aku ga ultah deh?”tanyaku. “Bolehkan ngasih, emang harus nunggu ultah” jawab Ben dengan senyum manisnya. Setelah lama kami berbincang-bincang, tiba-tiba Ben mengatakan sesuatu yang membuatku sangat terkejut. Ben mengatakan padaku bahwa kami harus putus dan tidak bisa melanjutkan kembali hubungan kami. “Apa alasannya Ben?” tanyaku.

Ben hanya mengatakan bahwa dia sibuk dan harus konsentrasi dulu dengan kuliah dan skripsinya. Aku ga percaya Ben seperti ini, selama ini dia tidak menunjukkan adanya masalah, sikapnya pun biasa tetap dekat, baik dan sayang padaku. Akupun sangat pengertian tidak mengganggu belajar maupun aktivitasnya. Tapi mengapa sekarang kata-kata itu terucap darinya, ada apa sebenarnya. Ben tetap dengan pendiriannya dan tidak mau menjelaskan apa-apa lagi. Satu kata yang terakhir terucap darinya….maaf…..Malam itu aku menangis sejadi-jadinya sambil memeluk boneka dari Ben, aku masih ga percaya dan bingung kenapa Ben seperti itu, apa yang sebenarnya terjadi….Ben….

Hari Senin disekolah, aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Ben. Aku ingin bertanya tentang apa yang tejadi sebenarnya. Sejak datang ke sekolah Ben tidak keluar dari kantor guru, sehingga aku kesulitan menemuinya. Aku sms dia tapi hanya dibalas, “kita sudah putus” L. Aku telfon malah dimatiin hp nya. Usai jam sekolah pun Ben selalu pulang lebih awal tidak menungguku, bila di kelas dia selalu tak acuh denganku. Dia malah asik ngobrol dengan murid-murid wanita lainnya, Ben….sudah berubahkah kamu, sudah benar-benar kah kamu tidak mencintaiku sampai kamu tega berbuat semua ini padaku.

Saat-saat ujian kelulusanpun semakin dekat, aku tak mau terpuruk dengan urusan ini. Aku ga mau bila sampai tidak lulus dan masa depanku kacaw hanya karena seorang lelaki yang telah meninggalkanku. Hari-harikupun diisi dengan belajar dan terus belajar untuk melupakan Ben, aku tak mau memperdulikan lagi sikap Ben, walupun terkadang aku curi-curi pandang menatap ke arahnya, karena aku sangat merindukannya. Ben pun tau akan hal itu, bahwa aku masih sering memperhatikannya.

Syukurlah akhirnya aku lulus dengan nilai yang cukup memuaskan,  setelah lulus aku disibukkan dengan pendaftaran masuk perguruan tinggi. Sampai akhirnya sekarang aku sudah resmi menjadi seorang mahasiswi. Suatu hari aku melewati sekolah SMA ku, pikiran dan hatiku menggelitik agar aku ke sana, melihat Ben. Akhirnya kuputuskan untuk mampir ke sekolah SMA ku, tapi ternyata Ben sudah tidak magang lagi di sekolahku.

Bertepatan dengan lulusnya aku, Ben pun selesai magangnya. Betapa sedihnya aku, sekarang aku benar-benar sudah tidak bisa melihatnya lagi. Ga mungkinkan aku harus ke rumahnya, handphone nya pun tidak aktif. Ben….dimana kamu…..tiba-tiba hatiku teringat dengan Kawah Putih, tempat dimana cinta kami dipersatukan, di Kawah Putih lah Ben mengatakan bahwa dia menyayangiku. Aku merindukan Ben, aku merindukan saat-saat bersamanya. Rasanya aku ingin sekali ke sana lagi, Kawah Putih tempat yang tak kan pernah kulupakan dan akan selalu kusimpan dalam hati bersamamu Ben.

WONDERFULL KAWAH PUTIH

Keesokan harinya aku berpamitan kepada orang tuaku, aku bilang bahwa aku akan pergi berlibur ke Kawah Putih sendirian. Orang tua ku sempat khawatir, tapi setelah ku jelaskan akhirnya mereka pun agak tenang dan memberikaku izin. Sengaja kupilih naik bis kota dari terminal, karena hal itu mengingatkanku saat-saat study tour bersama teman-teman dan yang pasti bersam dengan Ben. Sepanjang perjalanan yang kuingat hanya kenangan bersama Ben.

Menjelang siang aku tiba di lokasi Kawah Putih, sendirian. Rasanya berbeda sekali, alam yang begitu indah dulu kunikmati dengan suka cita. Akan tetapi kini semua kunikmati dalam keheningan, diam, sendiri. Rasanya seperti ada tumpukan batu besar didadaku, sesak. Sesak bukan karena aroma belerang menyengat yang keluar dari Kawah Putih, akan tetapi sesak karena mengingat masa-masa indahku dengan Ben. Saat aku menoleh ke arah sebuah batu besar yang ada disana, aku mulai tertarik mendekatinya.

Batu itu penuh dengan tulisan-tulisan nama pasangan yang pernah berkunjung ke sini. Tidak baik memang, tapi so sweet juga pikirku dalam hati, tergelitik pikiranku untuk mengabadikan namaku dengan Ben, walaupun ternyata hubungan kami tidak abadi akan tetapi bagiku Ben akan tetap abadi dalam hatiku. Kuambil spidol dalam tasku, dan saat hendak menuliskan nama Ben….tiba-tiba aku melihat sebuah tulisan yang aneh di batu itu. Aku mencoba meyakinkanku atas tulisan itu, dan setelah jelas betul ternyata benar….di batu itu bertuliskan “Ben love Cleo” dan ada tanggal hari ini juga tertera disitu. Aku terdiam sejenak, pikiranku melayang kemana-mana.

Tiba-tiba aku tersadar, Ben….ini pasti Ben….dia sekarang ada disini. Aku berputar mencari-cari dimana Ben, kutengok kesegala arah….dan ternyata aku menemukan sesosok makhluk terindah dimataku di ujung sana, diam, duduk sendiri, menatap ke arah Kawah Putih yang indah di senja hari. Tepat dimana dulu posisi Ben menyatakan cinta padaku, kudekati…..kuberdiri disampingnya dan aku tak kuasa lagi untuk memeluknya. “Ben….”, hanya satu kata itu yang terucap dari bibirku sambil memeluknya dan tetesan air mata ini satu persatu jatuh tanpa bisa kubendung lagi.

Ben sangat terkejut mendapati aku juga berada di Kawah Putih, inilah takdir, inilah pertanda bahwa kami memang harus bersatu. “Ben, apakah tulisan ituu…..” tanyaku sambil menunjuk ke arah tulisan yang ada di batu. “Ya”, jawab Ben singkat tetapi sangat memenuhi isi hatiku……sambil tersenyum dia memegang tanganku dan meminta maaf atas perbuatannya wktu.

Ben terpaksa meninggalkanku karena ternyata guru-guru di sekolah mengetahui hubungan kami dan meminta Ben untuk tidak melanjutkannya karena melanggar peraturan sekolah. Bila diteruskan makan aku bisa tidak boleh ikut ujian sangsinya. Ben…ternyata kamu melakukan semua ini demi aku….terima kasih Ben atas kasih sayang dan kebaikanmu. Terima kasih Ben melewati senja yang indah di Kawah Putih bersamaku, my wonderfull Kawah Putih.

Related For WONDERFULL KAWAH PUTIH