Menu

Wisatawan serbu Kawah Putih Ciwidey

Wisatawan serbu Kawah Putih Ciwidey

Wisatawan serbu Kawah Putih CiwideyPada kesempatan ini Saya akan menginformasikan bahwa pendapatan Devisa dari sektor parawisata cukup besar, sampai pada tahun 2011 pariwisata mencatatkan sumbangan devisa sebesar USD 8,5 miliar atau naik 11,8 persen dibanding 2010, melebihi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ada di level 6,5 persen.

DEVISA PARIWISATA: 2012, Indonesia raup US$8,55 miliar –  Penerimaan devisa dari sektor pariwisata mencapai US$8,554 miliar  atau menempati urutan kelima dari komoditas yang memberikan kontribusi terbesar bagi pendapatan negara.

“Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik pada 2012, sektor pariwisata sepanjang 2011 mengkontribusikan US$8,554 miliar  bagi devisa negara,” kata Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamen Parekraf), Sapta Nirwandar, di Jakarta, Jumat (4/1/2013).

Kontribusi sektor pariwisata itu naik dibandingkan tahun sebelumnya yakni pada 2010 yang tercatat sebesar US$7,6 miliar.

Nilai kontribusi yang besar itu menempatkan pariwisata dalam ranking kelima di bawah migas, batu bara, minyak kelapa sawit, dan karet olahan. “Kontribusi PDB Pariwisata pada 2011 sebesar Rp296,97 triliun atau 4%,” katanya.

Wisatawan serbu Kawah Putih Ciwidey

Sementara dari sisi penyerapan tenaga kerja pada 2011 sebanyak 8,53 juta orang bergerak di bidang pariwisata atau mencapai kontribusi 7,72%.

“Pajak tak langsung dari sektor pariwisata pada 2011 mencapai Rp10,72 triliun atau berkontribusi 3,85%,” katanya.Pihaknya mencatat, upah dari sektor pariwisata pada 2011 mencapai Rp96,57 triliun atau naik dibandingkan 2010 yang sebesar Rp84,80 triliun.

Berdasarkan data Kemenparekraf, kontribusi PDB pariwisata terhadap PDB nasional pada 2011 mencapai 2,91% (angka sangat sementara). Dari persentase itu, restoran menyumbangkan kontribusi terbesar yakni 2,28%  disusul hotel 0,35% serta rekreasi dan hiburan 0,28%.

Pada tahun ini tahun 2013 kita berharap bahwa pendapatan dari sector parawisata ini memberikan kontribusi yang lebih baik.

Seiring dengan perkembangan infrastruktur dan perbaikan tempat wisata di Indonesia salah satunya Kawah putih Ciwidey diharapkan akan mendongkrak penerimaan Negara dari sector parawisata ini.

Dan salah satu yang harus perlu kita perhatikan juga akomodasi yang memadai berupa sarana, hotel di Ciwidey, penginapan ciwidey, villa-villa di ciwidey, cottage ciwidey, dan sarana pendukungnya yang harus memadai. Dan Alhamdulillah di Ciwidey perkembangan itu mulai ada.

Saya berharap kepada pemerintah agar jalan menuju Kawah putih Ciwidey diberikan alternative agar para wisatawan baik dari Luar Negeri atau domestic diberikan kenyamanan dan tidak terkena macet disaat datang dan pulang dari objek wisata kawah putih ciwidey dan sekitarnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2012 mencapai 8,044 juta orang. Angka ini melampaui target pemerintah yang mematok kunjungan wisatawan mancanegara dan lokal total sekitar 8 juta orang.

Kepala BPS Suryamin mengatakan kunjungan wisatawan mancanegara membantu perekonomian nasional karena membelanjakan dolarnya di Indonesia. Rata-rata pengeluaran wisman per kunjungan sekitar USD 1.130.

“Sementara pengeluaran rata-rata wisman per harinya USD 147,22 dengan rata-rata lama tinggal 7,70 hari,” ujarnya saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Jumat (1/2).

Wisatawan serbu Kawah Putih Ciwidey

Atas total kunjungan wisman ini, negara diperkirakan menerima devisa sekitar USD 9,1 miliar. “Ini menjadi pekerjaan rumah kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif untuk mengembangkan sektor-sektor agar lebih terasa ke masyarakat,” tuturnya.

Suryamin menambahkan, wisman terbanyak berasal dari Singapura sebanyak 1,27 juta atau 16,807 persen dari total wisman. Diikuti Malaysia 1,13 juta atau 14,98 persen, Australia 909.170 atau 12,01 persen, China 618.220 atau 8,17 persen, Jepang 445,060 atau 5,88 persen.

Sebelumnya, pemerintah menargetkan pada tahun 2012 pendapatan devisa sebesar 9 miliar USD dari sektor pariwisata.

“Kalau kita lihat, saat krisis 2008-2009, jumlah wisatawan asing ke Indonesia tetap tumbuh meski pertumbuhan pariwisata dunia negatif, tahun lalu pertumbuhan sektor pariwisata berada di atas pertumbuhan nasional dan menyumbang devisa 8,5 miliar dolar AS, semoga tahun ini bisa 9 miliar dolar AS,” ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu beberapa waktu lalu.

Data United Nations for World Tourism Organization (UNWTO) menyebutkan, pariwisata global mengalami penurunan 4 persen pada 2009. Namun pada 2011 pariwisata mencatatkan sumbangan devisa sebesar USD 8,5 miliar atau naik 11,8 persen dibanding 2010, melebihi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ada di level 6,5 persen.

“Potensi wisata dalam negeri pun besar karena kenaikan kelas menengah, banyak investor tertarik pada hotel bintang tiga dan bintang empat,” katanya.

Menparekraf menyebutkan, ada dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata yang sudah ditunjuk yaitu Tanjung Lesung, Banten dan Mandalika di Nusa Tenggara Barat.

“Semoga tahun ini Mandalika selesai proses untuk dijadikan KEK sebagai investasi jangka panjang,” katanya.

Penyerapan tenaga kerja dari sektor pariwisata secara tidak langsung juga mencapai 8 persen dan secara langsung 3 persen. “Secara langsung maksudnya hotel dan tempat wisata yaitu sebesar 3 persen, namun bila digabung dengan sektor transportasi atau souvenir maka mencapai 8 persen,” katanya, by Wisatawan serbu Kawah Putih Ciwidey.

Related For Wisatawan serbu Kawah Putih Ciwidey