Menu

Riwayat Kawah Putih Part-2 | Kawahputihciwidey.com

June 15, 2012 | Kawah Putih Ciwidey

Wisata Kawah Putih Ciwidey BandungRiwayat Kawah Putih Part 2

Karenanya, bila ada burung yang lancang berani terbang di atas kawasan tersebut, akan jatuh dan mati. Meskipun demikian, orang Belanda yang satu ini tidak begitu percaya. Ia kemudian melanjutkan perjalanannya menembus hutan belantara di gunung itu untuk membuktikan kejadian apa yang sebenarnya terjadi di kawasan tersebut.

Namun sebelum sampai di puncak gunung, Jungjuhn tertegun menyaksikan pesona alam yang begitu indah di hadapannya di mana terhampar sebuah danau yang luas dengan air berwarna putih kehijauan. Dari dalam danau itu keluar semburan lava serta bau belerang yang menusuk hidung. Dan terjawablah sudah mengapa burung-burung tidak mau terbang melintasi kawasan tersebut.

Dari sinilah awal mula berdirinya pabrik belerang Kawah Putih (Zwavel Ontgining Kawah Putih). Di jaman Jepang usaha pabrik ini dilanjutkan dengan menggunakan sebutan Kawah Putih Kenzanka Yokoya Ciwidey, dan langsung berada dibawah pengawasan militer.

Cerita dan misteri tentang Kawah Putih terus berkembang dari satu generasi ke generasi berikutnya. Menurut kuncen Abah Karna, yang sekarang berumur kurang lebih 105 tahun dan bertempat tinggal di Kampung Pasir Hoe, Desa Sugih Mukti, di Kawah Putih terdapat makam para leluhur, di antaranya : Eyang Jaga Satru, Eyang Rangsa Sadana, Eyang Camat, Eyang Ngabai, Eyang Barabak, Eyang Baskom, dan Eyang Jambrong.

Salah satu puncak gunung Patuha, Gunung Kapak dipercaya sebagai tempat rapat para leluhur yang dipimpin oleh Eyang Jaga Satru. Ditempat ini masyarakat sesekali melihat (secara gaib) sekumpulan domba berbulu putih (domba kukutan) yang dipercaya sebagai penjelmaan dari para leluhur.

Alam pemandangan di sekitar Kawah Putih cukup indah, dengan air danau berwarna putih kehijauan, sangat kontras dengan batu kapur yang mengitari danau tersebut. Di sebelah Utara danau berdiri tegak tebing batu kapur berwarna kelabu yang ditumbuhi lumut dan berbagai tumbuhan lainnya.

Franz Wilhelm Jungjuhn kini sudah lama tiada, namun penemuannya yang dikenal dengan nama Kawah Putih masih tetap anggun mempesona sampai saat ini.

 

Related For Riwayat Kawah Putih Part-2 | Kawahputihciwidey.com