Menu

Menuju Kawah Putih dari Bekasi

July 18, 2016 | Kawah Putih Ciwidey

Menuju Kawah Putih dari Bekasi

Menuju Kawah Putih dari Bekasi adalah rute atau akses atau map dari kota Bekasi menuju ke Kawah Putih Ciwidey Bandung Selatan, untuk Anda dan rombongan yang akan berwisata ke Kawah Putih agar lebih mudah dan tidak akan nyasar menuju Kawah Putih, more informasi mengenai Menuju Kawah Putih dari Bekasi hubungi kami di no HP 081323739973.

Dari kota Bekasi menuju Kawah Putih Ciwidey bisa ditempuh kurang lebih 4 jam sampai dengan 5 jam perjalanan menggunakan Tol.

Kota Bekasi – Jawa Barat, Indonesia :

Gunakan Jl. Pantura/Jl. Tol Jkt – Cikampek di Pekayon Jaya dari Jl. Satria Raya, Jl. KH. Noer Alie, dan Jl. Jend. Ahmad Yani > 16 mnt (4,9 km).

Tetap di Jl. Pantura/Jl. Tol Jkt – Cikampek. Ambil Jl. Tol Cipularang ke Jalur Keluar Tol Pasir Koja di Bandung. Keluar dari JalanTol Purbaleunyi/Jl. Tol Padaleunyi > 1 jam 44 mnt (124 km).

Ambil Jl. Raya Kopo Sayati, Jl. Raya Soreang Kopo/Jl. Terusan Kopo, Jl. Raya Soreang-Ciwidey, Jl. Raya Ciwidey, … dan Jl. Raya Ciwidey – Patengan ke tujuan Anda di Sugihmukti > 1 jam 45 mnt (41,9 km).

Kawah Putih – Jl. Raya Soreang Ciwidey, Ciwidey, Bandung, Jawa Barat, Indonesia.

Menuju Kawah Putih dari Bekasi

Wisata Kawah Putih Ciwidey menawarkan konsep tersebut dengan dukungan suasana hutan yang masih terjaga keasliannya. Memang kami menyadari dan harus diakui baik akses jalan ( jalan yang sempit dan macet apabila high session ) ,sarana pelengkap dan fasilitas lain belum terlalu lengkap tetapi itu akan tergantikan dengan keasrian hutan di Ciwidey dan Sekitarnya.

Akses menuju Tempat Wisata Ciwidey Bandung selatan Apabila anda dari Arah Jakarta Pasti keluar Melalui Tol Padalarang Barat berikut adalah akses menuju Tempat Wisata Ciwidey Bandung Selatan :

1. Cari arah menuju Tol Cileunyi : Exit Tol Kopo ( Belok kanan ) Biasanya terhambat kemacetan karena banyaknya Mall dan Sekolah-sekolah di sepanjang jalur kopo )- Soreang ( panduannya adalah Kantor Pemkab Bandung belok kanan arah RSUD Soreang ) – Ciwidey ( Terminal Ciwidey dan Berakhir di WISATA KAWAH PUTIH CIWIDEY Total jarak Sekitar 40 km ( 1 – 2 jam memakai kendaraan Mobil Pribadi )

2. Cari Arah Menuju Tol Pasteur : Exit Tol Baros Cimahi – Margaasih – Nanjung – Cipatik ( Belok Kiri ) – Stadion Jalak Harupat – Soreang – Ciwidey ( Terminal Ciwidey dan WISATA KAWAH PUTIH CIWIDEY.

Objek pertama di Ciwidey adalah GAMBUNG ( Merupakan Perkebunan tertua di Jawa Barat dengan suasana perkebunan Teh yang masih alami menjadikan Lokasi ini sangat terasa berbeda dengan perkebunan ditempat lain baik di puncak atau Lembang ) .

Selepas Gambung anda akan dihadapkan jalan berkelok dan naik setelah melewati dulu pasar dan terminal Ciwidey tapi jangan khawatir disepanjang jalan anda akan disuguhi pemandangan alam yang luar biasa seperti Strawbery petik sendiri dan makanan dan minuman khas Ciwidey ( seperti bandrek , bajigur dan makanan khas parahyangan ). Dan anda akan sampai di WISATA KAWAH PUTIH CIWIDEY Berada di seberang Gerbang eMTe High Land.

Menuju Kawah Putih dari Bekasi

Perjalanan berikutnya sampai di gerbang Wisata Kawah Putih Ciwidey, Gunung Patuha yang kawahnya sendiri masih sekitar 5km lagi melalui jalan sempit beraspal naik turun dan lebih banyak naiknya. Kiri kanan jalanan tersebut dipenuhi dengan tumbuhan hutan tropis, tinggi dan rapat-rapat. Saat melewati jalan tersebut kabut sedang turun dan bau belerang mulai tercium.

Gunung Patuha konon berasal dari nama Pak Tua –masyarakat lebih sering menyebutnya dengan Gunung Sepuh– memiliki ketinggian 2.434m dpl, dengan kisaran suhu 8-22°C. Di puncak Gunung Patuha itulah terdapat Kawah Saat –saat adalah surut dalam Bahasa Sunda– yang berada di bagian barat dan di bawahnya Wisata Kawah Putih Ciwidey dengan ketinggian 2.194m dpl. Kedua kawah itu terbentuk akibat letusan yang terjadi pada abad X dan XII silam.

Sebelum ditemukannya danau Wisata Kawah Putih Ciwidey di puncak Gunung Patuha, masyarakat menganggap puncak itu sebagai daerah yang angker, hingga tak seorang pun berani menjamahnya. Bahkan karena angkernya, burung yang melewati kawah pun akan mati. Misteri keindahan danau kawah putih baru terungkap tahun 1837, oleh seorang botanis Belanda peranakan Jerman, Dr. Franz Wilhelm Junghuhn.

Namun, Junghuhn tidak memercayai cerita itu begitu saja, sambil melanjutkan perjalanan menembus hutan belantara hingga akhirnya menemukan sebuah danau kawah yang indah. Dari dalam danau itu keluar semburan lava bau belerang yang menusuk hidung. Ternyata kondisi belerang yang sangat tinggi itulah yang menyebabkan burung enggan untuk terbang di atas permukaan kawah. Dan pada tahun 1987 PT Perhutani (Persero) Unit III Jabar dan Banten mengembangkannya menjadi sebuah objek wisata.

Ada perbedaan antara Wisata Kawah Putih Ciwidey Gunung Patuha, jika dibandingkan dengan sejumlah kawah yang berada di wilayah Jawa Barat, danau Wisata Kawah Putih Ciwidey memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. Air danau kawahnya selalu berubah-ubah warna, terkadang berwarna hijau apel dan kebiru-biruan bila terik matahari dan cuaca terang, terkadang pula berwarna coklat susu dan yang paling sering dijumpai adalah berwarna putih disertai kabut tebal di atas permukaan kawah. Selain permukaan kawah yang berwarna putih, pasir dan bebatuan di sekitarnya pun didominasi warna putih, karenanya kawah itu dinamakan Kawah Putih yang berada di Ciwidey Rancabali Bandung.

Perjalanan dilanjutkan kembali melewati bumi perkemahan RANCA UPAS atau sekarang di kenal dengan Kampung Cai dan perkebunan CIWALINI dengan kolam pemandian Rancawalininya.Objek wisata selanjutnya adalah pemandian air panas alami CIMANGGU, Trus ke SITU PATENGAN. Memang ada kerancuan nama tempat ini, ada yang menyebut Patengan, juga ada yang menyebut Patenggang.

Jika menilik etimologi nama patengan berasal dari pateang-teang (saling mencari), menjadi pateangan (menunjukkan tempat pencarian) hingga akhirnya menjadi patengan. Sedangkan nama patenggang adalah artinya terpisah oleh jarak atau kondisi. Hingga kini dua nama tersebut tetap dipakai, namun jika melihat nama desa tempat danau itu berada adalah desa Patengan, kawasan Rancabali.

Kawasan ini memiliki sebuah legenda sehingga muncul nama Situ Patenggang. Sejarah atau mitos tentang situ ini muncul ke disebabkan karena seorang pangeran dan seorang putri yang saling jatuh cinta, namun perjalanan cinta mereka tidak semulus dan seindah yang dibayangkan oleh keduanya karena dipisahkan oleh keadaan.

Sehingga air mata mereka membentuk sebuah situ atau danau. Selanjutnya danau itu dinamai dengan situ patenggang. Pada akhirnya mereka dapat berkumpul kembali pada sebuah batu di situ tersebut yang diberi nama Batu Cinta. Konon siapapun yang pernah berkunjung dengan pasangannya, maka cinta mereka akan abadi.

Related For Menuju Kawah Putih dari Bekasi